"Apakah benar aku sedang patah hati? Atau bingung untuk menentukan sikap terhadap cinta yang baru saja kutemui?"
kata-kata ini lah yang sering aku ucap dikala sedang sendiri di dalam sunyi.
Aku tahu, aku menggantungkan sikap terhadap laki-laki itu. Hal itu kulakukan demi tegaknyan idealismeku, namun tak memungkiri seringkali goyah pula. Tapi, laki-laki itu juga melakukan hal yang sama. Ia tak mampu bersikap perempuan manakah yang akan ia pilih, aku atau perempuan lain yang sama-sama dekat dengannya.
Lalu, aku mengambil kesimpulan cepat bahwa aku mungkin mengalami sakit hati ataupun patah hati. Entah karena kami berdua yang mengambangkan hubungan kami.Atau laki-laki itu terpaksa mengatakan sayang padaku karena keadaan?
menyadari bahwasannya muslimah juga manusia.
Ia tetap bisa jatuh cinta dengan seorang lawan jenisnya dari ordo apapun, mau tipe ikhwan sampe tipe cowok kayak preman sekalipun atau METAL.
Dan seorang muslimah seperti kita ini juga dapat patah hati.
Terluka dan sakit.. betul?
Pengalaman patah hati itulah yang dapat mengajak kita agar tak selamanya terpuruk hanya karena cinta terhadap makhluk lain (lawan jenis). Selain itu hal ini sangat menampar ku bahwa aku masih belum bisa menerima dia yang masih memiliki rasa terhadap mantanNYA.
Dan masih banyak cinta lainnya yang seringkali tak aku perhatikan.
cinta dari kedua orang tua ku, sahabat-sahabat ku hingga ribuan orang di sekitar ku yang perlu bantuan bahkan seulas senyum indah dari bibir manisku.. yang terkadang bisa membuat mereka merasa nyaman untuk bercerita kepadaku.. subhanallah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar